3:44 PM
2
Teringat sekitar 20 tahun silam sewaktu duduk di salah satu sekolah dasar negeri di desa Gunung Putri Bogor. Siswa sekolah dasar pada masa tahun 90an sebelum era reformasi di wajibkan untuk menghafal seluruh propinsi di Indonesia yang jumlahnya tidak sebanyak saat ini beserta nama-nama daerahnya dengan karakteristik dan budaya daerah-daerah tersebut. Satu daerah sangat mudah untuk diingat kala itu dan cukup membuat kami semua bangga karna tinggal di Indonesia adalah Bengkulu yang dulunya berada di dalam provinsi Sumatera Selatan. Bengkulu cukup terkenal di dunia dengan adanya penemuan bunga Raflesia Arnoldi, ya bunga yang dinamai sesuai dengan penemunya. Di samping itu Bengkulu menjadi tempat pembuangan aktivis-aktivis kemerdekaan RI, termasuk Ir. Soekarno yang kelak menjadi Presiden RI pertama dan disanalah beliau bertemu dengan Fatmawati yang kelak menjadi ibu Negara.

Cukuplah nama Bengkulu memiliki kesan bagi saya pribadi, sampai pada akhirnya pada tanggal-tanggal awal di bulan April 2013 datang kabar akan ada kegiatan verifikasi di salah satu lembaga pendidikan tingkat atas di kota Bengkulu. Ya..ya saya ingin sekali ke sana, ingin sekali menginjakkan kaki di sana, tempat dulu Soekarno diasingkan dan teringat dengan Raflesia yang bukan bunga. Ya benar, raflesia yang saya ingat bukanlah sebuah bunga, tetapi Putra Raflesia bis asli Bengkulu yang memakai nama Raflesia sebagai ciri khas po asli Bengkulu.


Dan akhirnya sebuah skenario saya susun, bicara kepada kordinator verifikasi di kantor agar saya yang ditugaskan ke sana. Dan YES rencana pun berhasil dan di dapat tanggal pelaksanaan pada tanggal 18-19 April 2013. Langsung cek tanggalan pada bulan April, ya hari kamis dan Jum’at pas sekali. Tapi tunggu dulu….tanggal 18 April adalah hari terakhir palaksanaan UN untuk tingkat menengah atas, wah bisa lama nih kerjaan disana karna harus menunggu pelaksanaan UN selesai dahulu, bisa gak dapet surat jalan sesuai rencana dari menkeu di rumah karna memotong hari libur dirumah.

Sepanjang hari terus berfikir bagaimana agar kerjaan lancar dan hobi dapat tersalurkan dengan sempurna. Dan..AHA..pikiran licik pun hinggap, kenapa tidak saya kirim saja dokumen-dokumen yang harus diisi nanti dan apa saja yang harus dipersiapkan nanti dari sekarang kepada guru-guru disana. Dengan cepat langsung kuminta nomor hp penangung jawab disana dan kuutarakan niatku untuk mempersingkat pekerjaan dengan sedikit trik-trik khusus. Dan ternyata mereka setuju dan sangat senang, “ya mas kalau bisa seperti itu kami sangat senang karena kami pada minggu itu akan sangat lelah karna pelaksanakan UN bagi siswa kami” demikian ungkapan yang saya terima dari sana. HOOORRREEEE senang sekali diri ini dan hati dipenuhi dengan bunga-bunga raflesia arnoldi (ups bukanya itu nama lainnya bunga bangkai ya, bau dong, ah bodo amat yang penting hobi bisa jalan), ssssttttt jangan terlalu senang, jangan sampai kantor tau akal bulusku bisa runyam nanti hahahahaha.

Kamis, Tanggal 18 April 2013


Pukul 3.00 pagi alarm hp sudah memanggil, ya cukuplah istirahat 3 jam malam ini karna semalaman mempersiapkan keperluan yang akan di bawa, biar nanti tidurnya di sambung di Damri dan pesawat. Ya maksimal jam 6.00 saya sudah harus berada di ruang tunggu penumpang. Jam 4.00 kurang naik Damri Legacy Sky dari terminal Kp Rambutan dan tidak lama Damri berlari-lari kecil menuju Bandara Soekarno Hatta. Jam 5 lewat sedikit saya tiba di terminal 1b, langsung check in ke loket Sriwijaya karna saya akan mengudara bersama SJ 092 dengan jadwal take off 6.35. Check in sudah, bayar airport tax sudah, masih ada waktu untuk Shalat Shubuh setelah itu langsung ke ruang tunggu B5, berandai-andai ruang tunggu bis sama seperti ruang tunggu di bandara *:D big grin*:D big grin


Waktu terus meninggalkan pukul 6.00 dan tanda-tanda pesawat delay semakin nyata, dan ternyata “SJ 092 tujuan Bengkulu akan di berangkatkan jam 8.10” waduh udah siap dari pagi ternyata delay. Tetapi hikmahknya adalah saya tidak harus menunggu lama disana sampai dengan kegiatan UN selesai yaitu jam 11.00. Tidak usah saya ceritakan perjalanan mengudara sampai akhirnya pekerjaan saya selesai jam 15.30, ya berkat akal bulus ku saya sudah dapat menyelesaikan pekerjaan yang seharusnya di laksanakan 2 hari pada sore itu juga.


Jam 16.00 meninggalkan sekolah dan minta diantar berkeliling kota Bengkulu, diantarlah melawati rumah pengasingan Soekarno dan rumah Fatmawati, melawati Benteng Marlborough, menyusuri pantai Panjang dan pantai Pasir Putih. Tempat-tempat tersebut hanya saya lihat dari dalam mobil karena waktu sangat tidak memungkinkan untuk dikunjungi satu persatu, tak apalah mungkin lain waktu ada kesempatan untuk mengunjunginya lagi.

Menjelang magrib saya sudah tiba di hotel Xtra di jalan Mayjen Sutoyo No.31 Tanah Patah. Mungkin hotel ini cukup nyaman untuk backpacker dengan harga relative murah. Sebelum masuk kamar kawan di Bengkulu (kawan, ya kawan walaupun baru hari ini bertemu tapi kami sudah cukup akrap karna sebelumnya sudah beberapa kali berhubungan via telepon) bilang nanti malam akan di jemput jam 19.00 untuk makan malam dan besok pagi akan di jemput jam 08.00 untuk berangkat ke agen Putra Raflesia. Ya memang sebelumnya saya sudah minta tolong untuk di belikan tiket PR menuju Jakarta.

Jum’at, Tanggal 19 April 2013

Tepat jam 08.10 saya tiba di Jl. S. Parman kantor pusat PO Putra Raflesia, sudah siap satu armada terbaru PR yang akan mengantarkan saya ke Jakarta. Lapor petugas dan diberitahukan akan berangkat jam 08.30 dan di suruh bersiap di dalam bus.

Kantor Pusat PO Putra Raflesia Bengkulu

Ini pertama kalinya saya naik bis di Sumatera dan pertama kalinya juga saya naik bis asli Sumatera, dan ternyata seperti ini bis executive versi PR dengan konfigurasi seat 9 baris kiri, 11 baris kanan ditambah 3 kursi di bagian paling belakang sebelah kanan, kursi dari aldilla yang besar dilengakapi dengan bantal kecil tanpa selimut dan tanpa leg rest, total 43 seat yang di peruntukkan bagi penumpang di dalam bis ini dengan no registrasi BD 7019 AN engine MB 1526 dan karoseri dari Adiputro model Jetbus non HD dan non Airsus dengan warna dominan hijau, berbeda dengan corak aslinya warna putih di sertai dengan gambar bunga raflesia.
Putra Raflesia BD 7019 AN
PR MB 1526 Jetbus Non HD Non Airsus
 
Masuk ke dalam kabin bis dan duduk di bangku nomor 8 sesuai dengan manifest dari agen dan pukul 08.35 terlambat 5 menit dari jadwal PR mulai bergerak meninggal agen, driver pertama berperawakan kurus (dalam perjalanan ini saya tidak bertanya nama dari driver 1, 2 dan asisten driver) dan memakai topi untuk mengurangi silau yang di timbulkan sinar matahari. Pada saat bus menaiki aspal sudah sangat terdengar bunyi kriyet-kriyet yang mungkin ditimbulkan dari suspensi bis, wah kurang nyaman juga sepanjang perjalanan nanti akan ditemani suara-suara ini. Bengkulu Jakarta dapat di tempuh melalui dua rute, yang pertama melawati pesisir pantai selatan pulau Sumatra melalui kota Manna dan Liwa, yang kedua melewati jalur tengah sumatera melalui kota Curup dan Lubuk Linggau. Bis ini akan melewati rute kedua, lebih jauh memang karna memutar, tetapi biarlah jalur manapun yang akan dilalui saya akan tetap suka cita melewatinya.
Driver pertama siap diatas kemudi
Newer Post
Previous
This is the last post.

2 comments:

  1. weew blog baru lagi...gajauh2 dari bis ndri hehe..

    ReplyDelete
  2. Sip bro sekalian share siapa tau ada yang mau naik bis dari bengkulu ke jakarta atau jakarta ke bengkulu

    ReplyDelete