3:46 PM
0
Sabtu, Tanggal 20 April 2012


Mata mulai terbuka melihat display jam di bagian depan, jam 0.16. Wah apakah sudah di wilayah Lampung, langsung ku makan cemilan dan minum air mineral agar tidak ngantuk lagi, ku buka hordeng yang sedari tadi tertutup dan ku tatap suasana jalan di sekitar. Ah tidak ada marka jalan maupun plang nama toko yang terlihat untuk mengidentifikasi daerah ini. Tanpa putus asa ku tetap memandang sisi-sisi jalan, driver sangat lincah bermanufer mendahului kendaraan-kendaraan di depanya. Beberapa saat kemudian tampaklah plang toko dengan alamat Tanjung Karang. Sampai pada suatu saat driver memberhentikan bisnya karna crash dengan PR putih, kedua bis sama-sama berhenti sesaat dan mengobrol dengan bahasa daerah mereka.


Sepanjang jalan cukup banyak kami crash dengan bis-bis dari pulau jawa, yang sempat teringat 2 bus dengan corak seperti madu kismo entah itu benar madu kismo atau bukan, 2 NPM, 1 Sahabat, 3 Rosalia Indah, dan lebih dari 10 bis yang tidak dapat diidentifikasi karna gelapnya malam. Tak terasa mata kembali terpejam dan terbangun saat lampu kabin di hidupkan, jam 3.25 kembali berhenti di RM Bagadang 4 tanpa ada bis lain yang menemani. Jam 3 pagi makan masakan padang, wah bisa berabe nanti, maka saya hanya memesan pop mie seharga 6000 rupiah, dan meminjam toiletnya. Sama juga toilet disini ternyata dapat dibuat mandi juga dan jumlahnya banyak.

RM Bagadang IV 
Meninggalkan bagadang IV dengan kembali kemudi dipegang oleh driver kedua pada jam 4.08, mata kembali terpejam dan terbangun pada saat memasuki pelabuhan bakaheuni sedang antri masuk kapal dibelakang SAN golden dragon entah di dermaga berapa. Sekitar jam 5.30 memasuki lambung kapal Rajarakarta dan parkir tepat dibelakang SAN golden dragon BM 7955 TU, suasana kapal cukup sepi, di dek paling bawah hanya diisi 2 bis ini dan 3 buah truk, begitu juga di dek atasnya tidak terlihat ramai, hanya ada truk dan kendaraan pribadi. Naik ke dek paling atas dan duduk bersandar menikmati pemandangan Bukit Siger dengan tugu selamat datanganya.

Didalam lambung kapal Rajarakarta
 
Pagi itu selat sunda sungguh-sungguh tenang sehingga jam 7.40 PR sudah memasuki pelabuhan Merak. Karena SAN berada di depan maka SAN yang pertama kali keluar lambung kapal, tetapi setelah keluar pelabuhan SAN berhenti entah untuk urusan apa dan melengganglah PR dengan santai menyusuri tol Jkt Merak menuju Jl Pemuda Rawa Mangun. Dan akhirnya jam 9.50 kemudi diarahkan memasuki pelataran agen di jl Pemuda. Ayo yang Jakarta habis Jakarta habis yang tujuan Bandung lanjut dengan bis yang putih Bandung pindah bis itulah instruksi yang diberikan kepada kru.

Bergegas turun dengan mengucapkan terimakasih kepada kru yang bertugas setelah menempuh perjalanan 25 jam 20 menit dan melanjutkan perjalan pulang dengan taksi putih menuju Ciracas. Ini adalah perjalan terlama saya menaiki bis, dan sungguh di luar dugaan saya sebelumnya dengan jarak seat yang rapat serta memeluk tas polo yang cukup besar sama sekali badan tidak terasa pegal, terutama pada tulang ekor tidak ada rasa pegal karena terlalu lama duduk padahal  sering saya naik bis dan sering merasa sakit pada tulang ekor karena terlalu lama duduk. Apakah mungkin karna seat aldila yang tebal, ah tidak juga beberapa kali saya naik PK dengan seat yang sama tetapi pernah juga beberapa kali merasakan sakit walaupun tidak semua perjalanan, entahlah faktor apa yang menjadi penyebabnya.


=================================================

Demikian catatan perjalanan yang saya buat, mohon maaf kalau penyampainya kurang menarik dan tidak pas dalam menggambarkan suasananya :D. Secara keseluruhan perjalanan menggunakan bis Putra Raflesia cukup nyaman walaupun dengan jarak seat yang sempit, untuk sedulur yang kebetulan berkunjung ke bengkulu dan memerlukan informasi ini

Kantor Pusat PO Raflesia
Jl. S. Parman No. 19 Tanah Patah
(0736)26162 - 24740

Hotel XTRA
Jl. Mayjen Sutoyo No.31 Tanah Patah
(0736)346865 - 20107
Hotelnya cukup nyaman dan murah, saya ambil yang harga 150.000 sudah dapat kamar dengan bed yang besar cukup untuk 2 orang, ac, tv, kamar mandi dalam dan dapat sarapan gratis secara prasmanan. Nilai tambahnya lagi dilengkapi dengan wifi walaupun pada saat saya kesana wifi nya sedang bermasalah


0 comments:

Post a Comment